Komponen Rem Tromol : Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerja

Rem Tromol – Ketika kita membahas tentang rem pada mobil, pastinya kita semua sudah tau ya sobat mesinmotor bahwasanya komponen yang satu ini merupakan komponen yang amat penting dan termasuk komponen yang lumayan vital untuk menjamin dan menjaga keamanan dan keselamatan pengendara.

Apabila jika terjadi masalah kecil saja pada komponen yang satu ini, maka dapat kita pastikan akan terdapat sejumlah masalah lainnya pada mobil adan secara keseluruhan.

komponen-rem-tromol

Karena fungsinya yang termasuk sangat penting tersebut, maka pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai rem tersebut. Secara rincinya materi pembahasan kita dalam kesempatan kali ini adalah mengenai komponen rem tromol.

Nah Sobat mesinmotor, jika ngomong-ngomong bicara mengenai jens rem mungkin sebagian besar diantara anda sudah mengerti kan, tapi bagaimana dengan komponen rem itu sendiri? Untuk lebih mengetahuinya, saya akan menjelaskannya secara rinci untuk sobat mesinmotor.  Kita bahas ulasan berikut ini dengan sama-sama.

Pengertian Rem Tromol

Rem tromol tergolong salah satu tipe rem pada kendaraan. Untuk kendaraan mobil pada dasarnya memakai sistem rem hidrolik dengan melakukan pemanfaatan tekanan hidrolik untuk membantu menekan kanvas rem.

Fungsi tromol rem sebagai penghubung putaran dari roda, berarti tromol rem itu akan berputar cocok putaran roda. Sehingga saat tromol rem distop putarannya, otomatis roda kendaraan akan berhenti berputar.

Baca Juga :  Fungsi Poros Engkol, Pengertian & Bagian-Bagiannya

Kelebihan dan Kekurangan Rem Tromol

Kelebihan Rem Tromol

  • Lebih awet sebab mempunyai kampas rem yang lebar
  • Permukaan kampas rem lebar membuat daya pengereman lumayan besar lengan berkuasa maupun lembut, sehingga sesuai dipakai pada kendaraan beroda empat berbobot besar
  • Lebih membersihkan dan aman dari kotoran luar karena sistem rem ini bersifat tertutup

Kekurangan Rem Tromol

  • Sifatnya yang tidak terbuka membuat pelepasan gerah sedikit terganggu
  • Karena arah gerakan saling menjauhi, membuat rem sedikit bermasalah di responsif
  • Mempunyai efisiensi lebih jelek dibandingikan rem cakram, karena arah gerakan ini akan menimbulkan sedikit kerugian tenaga.

Komponen Rem Tromol

1. Backing plate

Backing plate merupakan piringan terbuat dari logam tipis yang berada tepat dibelakang sistem rem tromol. Backing plate ini memiliki fungsi sebagai rangka sekaligus pelindung komponen rem tromol lainnya.

Apabila spbat mesinmotor lihat maka bentuk backing plate ini adalah lingkaran yang disertai dengan banyak lubang dan tonjolan. Lubang dan tonjolan ini di buat untuk mencocokkan semua part rem tromol supaya bisa bekerja secara maksimal.

2. Silinder roda

komponen-rem-tromol

Semua pasti sudah tahu kalau fungsi silinder roda adalah untuk mengubah tekanan fluida menjadi gerakan mekanis. Untuk sistem rem tromol, terdapat beberapa tipe silinder roda yang digunakan.

Namun yang banyak digunakan saat ini adalah tipe wheel cylinder tipe dual piston yang diaplikasikan pada tromol jenis leading dan trailing. Tipe ini mempunyai ciri silinder roda yang terikat oleh baut ke backing plate dengan dua buah piston.

3. Sepatu rem dan kampas

komponen-rem-tromol

Brake shoe atau sepatu rem adalah bagian untuk menaruh kampas rem pada sistem rem tromol. Pada rem cakram, ini disebut brake pad. Brake shoe bentuknya setengah lingkaran dengan jumlah dua yang apabila digabungkan akan membentuk sebuah lingkaran.

Baca Juga :  Klep Motor : Ukuran, Fungsi, Harga dan Cara Menyetelnya

Dua sepatu rem dengan bentuk lingkaran tersebut nantinya akan berada di sisi dalam tromol rem yang berbentuk lingkaran. Sehingga pengereman bisa berlangsung.

4. Return spring

Fungsi utama return spring adalah untuk mengembalikan posisi sepatu rem seusai proses pengereman berlangsung. Saat kita menekan pedal rem, sepatu rem bergerak ke arah luar dan menempel dengan tromol rem. Tapi saat kita lepas pedal rem, maka sepatu rem harus bisa kembali mengincup.

5. Brake shoe holder

Pada rem tromol mobil, sepatu rem memang letaknya menempel pada backing plate. Namun yang perlu digaris bawahi adalah sepatu rem ini bersifat dinamis (bergerak-gerak). Sehingga mekanisme holder yang dipakai harus bisa menunjang hal ini.

Brake shoe holder tersusun dari sebuah pin yang mempunyai pengunci, per dan plat penekan. Ketiga bagian ini saat dipasangkan akan menjaga sepatu rem tetap menempel pada backing plate tapi masih bisa digerakan kekiri dan kekanan

6. Brake shoe adjuster

komponen-rem-tromol

Dibagian bawah rem tromol mobil akan kita jumpai mekanisme screw adjuster. Mempunyai fungsi sebagai penyetel celah antara kampas rem tromol dengan permukaan tromol saat pedal rem tidak ditekan.

7. Parking brake lever

ini merupakan hal utama bedanya rem tromol motor dan mobil, kalau motor tidak dilengkapi dengan mekanisme parking brake tapi untuk mobil ada mekanisme rem parking yang membuat konstruksinya lebih rumit.

8. Drum/tromol rem

Tromol rem merupakan komponen berbahan baja tuang yang berbentuk selerti drum atau tabung. Drum ini berfungsi sebagai media gesekan bersama kampas rem agar putaran roda bisa berhenti.

9. Parking brake cable

Kabel ini, memang tidak berbeda dengan kabel berbahan kawat baja lainya. Salah satu fungsinya adalah untuk menghubungkan gerakan tuas rem parkir dengan parking brake lever yang ada pada rem.

Baca Juga :  Pahami Cara Kerja & Fungsi Raditor Mobil Beserta Penjelasannya

Prinsip Kerja Rem Tromol

Seperti yang dikatakan diatas, rem tromol bekerja dengan prinsip gesekan. Gesekan ini akan mengubah energi putar pada tromol rem menjadi energi gerah. Sehingga putaran roda akan stop dan temperature sekitar rem akan meningkat.

Konstruksi rem tromol mempunyai dua buah kampas rem yang terletak dibagian dalam. Lalu dibagian luar kampas rem terdapat komponen berbentuk mangkuk yang kita kenal sebagai tromol rem.

Arah gerakan rem tromol itu saling menjauhi, artinya dikala rem ditekan maka duua buah kampas rem akan bergerak ke arah luar (saling menjauhi). Gerakan itu akan membuat kampas rem memencet permukaan dalam tromol rem. Sehingga terjadilah goresan yang akan menghentikan putaran tromol dan roda.

Dan demikianlah ulasan tentang komponen rem tromol fungsi, dan cara kerjanya, semoga artikel ini bermanfaat buat sobat mesinmotor sekalian, dan alangkah indah nya jika sobat mesinmotor sekalian share artikel ini agar bisa terjangkau oleh semua orang, terima kasih.

Artikel MesinMotor Lainnya :