bearing-motor

Bearing Motor : Pengertian, Ukuran, Harga dan Kerusakan

Diposting pada

Bearing Motor – Bearing jika diartikan dalam bahasa indonesia berarti bantalan. Bearing atau yang disebut laher ini biasanya terbuat dari baja bulat dan berisi pelor di dalamnya.

bearing-motor

Bearing

Bearing merupakan salah satu komponen penting yang membantu berputarnya roda depan. sebab fungsi dari bantalan yaitu untuk menumpu sebuah poros agar poros bisa berputar tanpa mengalami gesekan yang berlebihan. Bantalan mestinya cukup kuat untuk memungkinkan poros serta elemen mesin lainnya bekerja dengan baik.

Jenis-jenis Bearing atau Laher

Ball Bearing

Ball bearing merupakan bearing yang hal paling umum dan tidak hanya dipakai untuk automotive equipment. Umumnya komponen ini digunakan pada mesin dan alat-alat rumah tangga.

bearing-motor

Bearing ini punya kemampuan sederhana tapi gerakan putarnya efektif. Sehingga menjadi bearing yang paling banyak dipakai karena bisa mewakili baik beban putar (radial load) ataupun beban tekan dari samping (thrust load). Meski punya kemampuan bagus, tetapi usahakan untuk dipakai pada beban yang tidak terlalu berat.

Roller Bearing

Ilustrasi paling mudah untuk perlengkapan automotive jenis bearing tipe roller ini adalah conveyor belt, dimana bearing di beri beban cukup berat.

 

bearing-motor

Bentuk roller bearing berupa silinder, dan kemampuannya adalah kontak antara bagian dalam (inner race) dan bagian luar (outer eace) bukan bertumpu pada satu titik sama halnya pada ball bearing, tapi segaris (sesuai lebar roller).

Karena titik tumpunya lebih lebar atau lebih dari satu titik, maka kekuatan tumpuan bebannya juga lebih besar. Roller bearing ini juga bervariasi termasuk Needle Bearing, yakni menggunakan silinder dengan diameter yang sangat kecil, karena itulah, disamakan dengan jarum (needle).

Ball Thrust Bearing

Jenis bearing ini ini memiliki aplikasi khusus, tidak biasa seperti jenis sebelumnya. Jenis bearing ini cuma dipakai untuk aplikasi dengan putaran gerak rendah.

bearing-motor

Tidak bisa dipakai untuk radial load, misalnya untuk benda yang biasanya menggunakan ball thurst bearing seperti meja makan model putar, kursi, lemari kecil dan sejenisnya.

Roller Thrust Bearing

bearing-motor

Roller thurst bearing bisa menahan beban cukup berat, biasa dipakai di Gear Set kendaraan seperti transmisi atau Gear Box mobil, dimana butuh rumah dan rotating shaft. Gigi matahari yang dipakai ditransmisi mobil juga butuh bearing ini.

Tapered Roller Bearing

bearing-motor

Komponen ini juga tak kalah penting untuk perlengkapan otomotif kendaraan khususnya mobil. Inilah jenis bearing automotive equipment yang biasa dipakai di tromol mobil, dimana roller bearingnya punya dua bagian yang saling bersebrangan arah. Oleh sebab itu, dua roller bearing ini bisa menahan beban (trust load) dari dua arah tersebut.

Baca Juga :  Pulser Motor

Magnetic Bearing

Sebagai jenis terakhir dalam ulasan ini, Magnetic Bearing juga punya peran yang boleh dibilang mumpuni, inilah bearing paling modern dengan daya kerja atau putaran tinggi. Umumnya bearing ini digunakan pada sistem dan perangkat tertentu seperti Flywheel.

bearing-motor
Dengan bantuan magnetic bearing ini maka flywheel dapat terapung di medan magnet. Beberapa tipe flywheel bisa berputar lebih dari 50 ribu rpm.

Ukuran Bearing Motor

Kode Laher Kruk As

Ukuran  KawasakiKaze: 6205-6204.
Kaze R: 6205-6204.
KSR: 6205-6204.
Ukuran SuzukiRGR: 6205-6205.
Satria RU: 6205-6205.
Satria F150: 6007-63/28.
FXR 150: 6007-63/28.
Ukuran HondaC70: 6304-6304.
C700: 6304-6304.
C800: 6304-6304.
Supra: 6304-6304.
Supra X: 6304-6304.
Prima: 6304-6304.
Grand: 6304-6304.
Legenda: 6304-6304.
Nova: 6304 -6304.
Sonic: 6304-6304.
WIN 100: 6304 – 6304.
C902: 6205-6205
Benly: 6205-6205
CB 100: 6304-6304.
CB125: 6304-6304.
GL Max: 6304.
GL Max NeoTech: 6304.
GL Pro: 6304.
GL Pro NeoTech: 6304.
Tiger: 6304.
Ukuran YamahaJupiter Z: 6304-6205.
Y125 Z: 6205-6205.
F1ZR: 6205-6205.
RXS: 6304-6205.
RXZ: 6304-6205.
RX King: 6304-6205.
Mio: 6305.
Nouvo: 6305-63/22.

Kode Laker Roda Depan Sepeda Motor

Ukuran Bearing Motor HondaHonda C70: 6301.
Honda C700: 6301.
Honda C800: 6301.
Honda Astrea Star: 6301.
Honda Astrea Prima: 6301.
Honda Astrea Grand: 6301.
Honda Supra X: 6301.
Honda Legenda: 6301.
Honda Supra Fit: 6301.
Honda Karisma 125: 6201.
Honda Beat: 6201.
Honda Scoopy: 6201.
Honda Vario: 6201.
Honda Sonic: 6301.
Honda S90: 6301.
Honda Win: 6301.
Honda CB 100: 6301.
Honda CB 125: 6301.
Honda GL 100: 6301.
GL 125: 6301.
Honda GL Max: 6301.
Max NeoTech: 6301.
Honda GL Pro: 6301.
GL Pro NeoTech: 6301.
Honda NSR150: 6301.
Honda Mega Pro: 6301.
Honda Tiger 2000: 6301.
Honda Tiger C/W: 6301.
Honda CB150R: 6301
Ukuran Bearing Motor SuzukiSuzuki FR: 6300.
Suzuki RC 80: 6300.
Suzuki RC 100: 6300.
Suzuki Crystal: 6300.
Suzuki Bravo: 6300.
Suzuki Tornado GX: 6300.
Suzuki Tornado GS: 6300.
Suzuki Satria S: 6300.
Suzuki Satria 120R: 6300.
Suzuki Satria R CW: 6301.
Suzuki Satria F150: 6301.
Suzuki Smash: 6300.
Suzuki Shogun 110: 6300.
Suzuki Shogun 125: 6300.
Suzuki Spin: 6300.
Suzuki NEX: 6300.
Suzuki Skydrive: 6300.
Suzuki Skywave: 6300.
Suzuki Thunder 125: 6301.
Suzuki Thunder 250: 6302.
Suzuki RGR 150: 6300.
Suzuki TS125 (kiri): 6201.
Suzuki TS125 (kanan): 6201.
Ukuran Bearing Motor YamahaYamaha V80: 6300.
Yamaha Alfa: 6300.
Yamaha Champ: 6300.
Yamaha Sigma – 6300.
Yamaha Force1: 6300.
Yamaha F1ZR: 6300.
Yamaha Crypton: 6300.
Yamaha Vega: 6300.
Yamaha Vega R: 6300.
Yamaha Jupiter Z: 6300.
Yamaha Jupiter MX 135 LC: 6300.
Yamaha Mio: 6300.
Yamaha Mio J: 6300.
Yamaha Xeon: 6300.
Yamaha Nouvo: 6300.
Yamaha RX100: 6202.
Yamaha RXS: 6202.
Yamaha RX King: 6202.
Yamaha RXZ: 6202.
Yamaha RZR: 6202.
Yamaha YT115: 6301Z.
Yamaha Touch: 6202.
Yamaha Scorpio: 6202.
Baca Juga :  Modifikasi RX King Minimalis dan Terkeren 2019
Ukuran Bearing Motor KawasakiKawasaki Kaze: 6300.
Kawasaki Kaze R: 6300.
Kawasaki Blitz: 6300.
Kawasaki Blitz R: 6300.
Kawasaki ZX130: 6300.
Kawasaki Ninja: 6202.
Kawasaki Ninja R C/W: 6202.
Kawasaki KLX: 6202.

 

Kode Bearing Untuk Roda Belakang

Ukuran Laher Motor HondaHonda C70: 6301.
Honda C700: 6301.
Honda C800: 6301.
Honda Astrea Star: 6301.
Honda Astrea Prima: 6301.
Honda Astrea Grand: 6301.
Honda Supra X: 6301.
Honda Legenda: 6301.
Honda Supra Fit: 6301.
Honda Karisma 125: 6201.
Honda Beat: 6201.
Honda Scoopy: 6201.
Honda Vario: 6201.
Honda Sonic: 6301.
Honda S90: 6301.
Honda Win: 6301.
Honda CB 100: 6301.
Honda CB 125: 6301.
Honda GL 100: 6301.
GL 125: 6301.
Honda GL Max: 6302.
Max NeoTech: 6302.
Honda GL Pro: 6302.
GL Pro NeoTech: 6302.
Honda NSR150: 6302.
Honda Mega Pro: 6302.
Honda Tiger 2000: 6302.
Honda Tiger C/W – 6302.
Honda CB150R: 6302
Ukuran Bearing Motor SuzukiSuzuki FR: 6201.
Suzuki RC 80: 6201.
Suzuki RC 100: 6201.
Suzuki Crystal: 6201.
Suzuki Bravo: 6201.
Suzuki Tornado GX: 6201-6300.
Suzuki Tornado GS: 6201-6300.
Suzuki Satria S: 6201-6300.
Suzuki Satria 120R: 6201-6300.
Suzuki Satria R CW: 6201-6300.
Suzuki Satria F150: 6201.
Suzuki Smash: 6201.
Suzuki Shogun 110: 6201-6300.
Suzuki Shogun 125: 6201-6300.
Suzuki Thunder 125: 6301.
Suzuki Thunder 250: 6202-6302.
Suzuki RGR 150: 6202-6302.
Suzuki TS125 (kiri): 6202.
Suzuki TS125 (kanan): 6202.
Ukuran Bearing Motor YamahaYamaha V80: 6301.
Yamaha Alfa: 6301.
Yamaha Champ: 6301.
Yamaha Force1: 6301.
Yamaha F1ZR: 6301.
Yamaha Crypton: 6301.
Yamaha Vega: 6301.
Yamaha Vega R: 6301.
Yamaha Jupiter Z: 6301
Yamaha Jupiter MX 135 LC: 6301.
Yamaha RX100: 6202.
Yamaha RX 125: 6202.
Yamaha RXS: 6202.
Yamaha RX King: 6202.
Yamaha RXZ: 6202.
Yamaha RZR: 6202.
Yamaha YT115: 6202.
Yamaha Touch: 6202.
Yamaha Scorpio: 6202.
Ukuran Bearing Motor KawasakiKawasaki Kaze: 6202-6302.
Kawasaki Kaze R: 6202-6302.
Kawasaki Blitz: 6300.
Kawasaki Blitz R: 6202-6302.
Kawasaki ZX130: 6201-6301.
Kawasaki Ninja: 6202-6302.
Kawasaki Ninja R C/W: 6202-6302.
Kawasaki KLX: 6202-6302.

Penyebab Kerusakan Bearing

Beban yang Berlebihan

Beberapa hal yang tidak jarang menjadi penyebab rusaknya bearing adalah terdapat beban berlebih pada kendaraan. Bearing diakui punya ketahanan yang terbatas dalam menahan beban mobil. Apabila beban harus ditanggung bearing ini melewati batas maksimum maka harusnya bearing akan cepat aus atau rusak.

Bukan cuma bearing yang rusak, yang parahnya lagi, ketika  mobil sering dipakai untuk menangkut beban yang berlebihan, hal ini bisa membuat as roda jadi patah dan hilangnya keseimbangan mobil. Untuk itu, jika Anda tidak ingin bearing mobil Anda cepat rusak, jangan sering mengangkut beban berlebih.

Masuknya Air ke Bearing

Kemudian hal yang menyebabkan cepat rusaknya bearing adalah masuknya air ke dalam bearing. Apabila ada air masuk dalam bearing maka akan menyebabkan percampuran dengan grease. Dari percampuran tersebut membuat daya lumas grease jadi tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Baca Juga :  Harga Helm Full Face NHK, INK, AGV, ZEUS 2019

Dari tidak optimlanya daya lumas grease ini mengakibatkan gesekan menjadi lebih besar dan juga menimbulkan panas. Hal ini jika dibiarkan saja maka bearing akan cepat rusak. Tidak hanya bearing saja yang rusak tapi beberapa perangkat pada roda pun akan ikut rusak. Dari sinilah maka Anda perlu mewaspadai keberadaan air dengan tidak sering melintas genangan.

Sering melalui Jalan Rusak

Tidak hanya menghindari genangan air, Anda yang ingin bearing tidak cepat rusak juga dianjurkan untuk tidak sering melalui jalanan yang rusak atau berlubang. Mengapa jalanan yang rusak bisa mengakibatkan rusaknya bearing?

Hal ini dikarenakan saat mobil berjalan di jalanan yang rusak akan terjadi distribusi bobot yang tidak berimbang dan tidak teratur pada mobil. Dari sini membuat tekanan pada bearing saat melewati jalanan rusak atau berlubang mendadak jadi sangat besar dan tidak stabil.

Jika mobil Anda sering melewati jalanan yang rusak maka pastinya bearing akan semakin cepat rusak. Berbeda ketika mobil melewati jalan yang rata dan baik, hal membuat bobot tekanan pada mobil terdistribusi dengan merata pada semua rodanya. Dari sini maka bearing akan bisa terjaga dan tidak mudah rusak.

Suspensi yang Tidak Sehat

Hal yang juga membuat bearing cepat rusak adalah suspensi yang tidak sehat atau rusak. Ketika suspensi mobil tidak sehat hal ini akan berpengaruh pada permukaan ban yang tidak rata. Nah saat permukaan ban sudah tidak rata maka hal ini secara perlahan akan mempengaruhi keadaan bearing.

Tekanan atau beban pada bearing akan jadi bertambah dari biasanya karena kondisi ban yang benjol akibat suspensi yang tidak sehat. Dari sini maka jika hal ini dibiarkan saja terus menerus maka lama lama pastinya akan membuat bearing cepat rusak.

Penggunaan Ban dan pelek yang Tidak Sesui Standar

Terakhir, hal yang sering membuat bearing mobil cepat rusak adalah karena penggunaan ban dan pelek yang tidak sesuai standar. Untuk membuat penampilan mobil jadi menawan memang kemudian banyak orang yang tertarik untuk mengganti ban dan pelek dengan yang tidak standar.

Namun sayangnya dengan penggunaan band an pelek yang tidak standar ini menjadikan beban dan tekanan yang diterima bearing jadi lebih besar. Dari sini maka jika dibiarkan terus menerus maka akan membuat bearing jadi cepat aus atau rusak.

Dan demikianlah ulasan tentang bearing motor, semoga artikel ini bermanfaat buat sobat mesinmotor sekalian, dan alangkah indah nya jika sobat mesinmotor sekalian share artikel ini agar bisa terjangkau oleh semua orang, terima kasih.

Artikel MesinMotor Lainnya :